By | 11 April 2019
Cuaca panas membuat sebagian orang menyalakan kipas angin setiap tidur. Guna mendapatkan rasa sejuk, tak jarang mereka mengarahkan kipas angin langsung ke salah satu bagian tubuh, seperti kepala. Padahal, menurut Dr. Margareta Amelia, kebiasaan ini bisa menimbulkan penyakit.
Paparan angin yang terus menerus pada satu posisi terutama bagian wajah dapat menyebabkan timbulnya Bell’s Palsy, karena angin dingin yang masuk ke dalam tengkorak, bisa membuat saraf di sekitar wajah sembab lalu membesar.
Kasus ini banyak terjadi pada musim dingin, biasanya dialami laki-laki yang tergolong usia dewasa. Kemungkinan hal ini karena laki-laki banyak beraktivitas atau bekerja di luar. Orang yang bekerja di ruangan ber- AC pun bisa terserang bila hawa dingin yang ditimbulkan hanya terpusat pada satu tempat saja.
Gejala awal yang umumnya dirasakan sangat beragam, mulai dari mata menjadi kering, telinga bergemuruh, susah mengangkat alis, kelopak mata tidak bisa ditutup, bola mata memutar ke atas dan pada akhirnya kelumpuhan di separuh wajah.
Umumnya penderita Bell’s Palsy dapat pulih ke kondisi semula dengan ataupun tanpa pengobatan khusus. Namun dokter akan memberikan saran obat atau pengobatan fisik yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Salah satunya yaitu dengan latihan wajah. Latihan dilakukan minimal 2 – 3 kali sehari. Kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya, untuk itu lakukan sebaik mungkin.
Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah untuk meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Lanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakkanotot-otot wajah.